Deja Vu

10 07 2009

Gelegar suara dan lolong liar pengikutmu

Menguapkan paksa rasa engganku tuk bersua denganmu

Mantap nian derapmu saat kau lalui gerbang istana

Manyamarkan gemerutuk tulang dua pecundang yang mengekormu

Rahangpun kau buat makin kaku

Saat melihat empat pasang boneka loreng

berjajar rapi di kanan kiri singgasanaku

Berharap garangnya paras kan redakan puyuh di hatimu

Urung kusodorkan amplop cokelat di tanganku

Karena dapat kupastikan setelahnya

Kan kau muntahkan rentetan peluru kata

Yang kau contek secara tak sadar dari para pandahulumu

Seolah tak peduli

Betapa lengkapnya aksesori boneka lorengku

Hahaha…

Aku tergelak tanpa tahu pasti apa yang kutertawakan

Apa karena kulihat masa silamku dalam dirimu

Ataukah karena imaji nakal yang melintas di benakku

Bahwa satu saat nanti kau duduki singgasanaku

Menggenggam segepok penyumpal mulut

Menertawai pahlawan kaum papa di hadapanmu

Tanpa tahu pasti mana yang lucu





Dodol Rasa Sayang

11 06 2009

Hehehe…

Singkong.

Makanan favorit sekaligus bersejarah buatku. Tapi kali ini yang dibahas tape singkong.  Ngapain dibahas? Yah, karena hari ini ada temen dari Bali yang nanyain resep suwar-suwir, makanan khas Jember. Namanya dek Eka (aku kenal dia waktu join Asian Science Camp di Bali), anaknya manis banget…. duh, jadi kangen.

Ceritanya begini, di rumahnya banyak sisa tape singkong yang terbuang karena udah terlalu lama. Dia kasihan sama Ibunya, jadi pengen manfaatin gitu kalo ada sisa tape lagi. Makanya dia tanyain resep suwar suwir ke aku. Dia cari kemana-mana di internet tapi gak nemu  juga. Hehe… Aku saranin buat kue-kue yang lain kayak prol, atau brownies tape, dia kurang interest karena musti nambahin banyak bahan laen yang lebih ribet.

Akhirnya, pilihan jatuh ke dodol tape singkong. Nih, resepnya…. (buat yang mau praktek, aku ntar dibagi yah? Hehehe…)

DODOL TAPE SINGKONG

Bahan:

1 kg tape singkong, haluskan dan buang seratnya

500 cc (1 gelas) santan dari setengah butir kelapa

175-200 gram (2 gelas) gula pasir

pewarna kue dan penambah aroma (coklat, nangka, pandan, stroberi, dll) secukupnya

kertas minyak/plastik untuk pembungkus

Cara membuat:

1. Rebus santan, gula, dan pewarna kue hingga kental.

2. Masukkan tape sambil terus dimasak sampai ke tekstur yang diinginkan.

3. Bungkus dodol dengan kertas minyak atau plastik transparan yang dihias pita kecil-kecil.

Sedikit tips, gulanya gak harus gula pasir kok. Kalo pengen yang beda, pake aja gula merah atau gula palem. Hehee…

Met cobain resepnya yah!

Ntar kalo punya resep laen aku post lagi deh. (n_n)

Moga sukses bikin dodol rasa sayangnya! (rasa sayangnya dek eka ke Ibu…so sweet…)





Bukan Cuma Ayam

8 06 2009

“…Lauknya tempe sama dadar jagung aja deh, Buk!” ucap Aim sambil memandangi ayam goreng keriting kesukaannya.

Yah, terpaksa! Sudah sejak sebulan lalu dia mulai berhemat. Uangnya mulai menipis karena ia tak kunjung mendapatkan pekerjaan yang mapan. Selama ini, tuntutan hidup sehari-hari dia penuhi dengan kerja sambilan sebagai guru les privat di dekat tempat kosnya. Maklumlah, kendaraannya cuma sepeda kayuh tua yang dia beli dari pasar barang bekas. Jadi tak bisa jauh-jauh.

Ia berjalan menunduk sepanjang pulang dari warung nasi langganannya. Entah apa yang berkecamuk di benaknya. Bahkan jika kau tanya pun dia takkan benar-benar tahu apa yang dia pikirkan saat ini. Terlalu ribet. Dia lelah…

Hidup kian sulit baginya. Masa depan seolah tak jelas. Ingin rasanya dia berlari pulang ke rumah, tapi apa yang akan dia bawa pulang? Apakah rasa malu karena seorang sarjana ekonomi yang di elu-elukan di desanya pulang tanpa hasil? Aaahhh…entahlah….Kalau saja ekonomi keluarganya masih bagus, dia pasti akan melanjutkan kuliah s2 seperti yang dia inginkan selama ini. Kenapa juga usaha tembakau yang ditekuni ayahnya selama ini tiba-tiba bangkrut. Seluruh kebutuhan di rumah sekarang ini ditanggung oleh toko kelontong kecil milik kakak perempuan semata wayangnya.

Lamunannya terhenti oleh dua anak perempuan yang sedang mengorek-orek bak sampah di depan warnet Adinda. Yang pertama kurus tinggi, yang lain lebih kurus dan lebih pendek. Mereka sepertinya bukan kakak adik karena letak kemiripan mereka hanya pada kedekilan dan kelegaman kulitnya.

Tak lama mereka pun menuju di pos ronda kuning cerah seperti baru dicat, kontras dengan pakaian dua sosok yang mulai membuka bungkusan kertas coklat, tampaknya mereka akan makan siang di sana. Bungkusannya amat kecil. Itupun hanya satu bungkus.

“Ada apa?” tanya si kecil pada si keriting.
“Itu!” tangan si keriting menunjuk ke arah Aim berdiri, 100 meter dari mereka. “Dari tadi dia melototin kita terus.”

Karena kenyamanannya terusik, si kecil pun berseru,
“Hei, Mbak berkerudung kuning! Kau ini kenapa? Apa ada yang salah dengan kami?”

Aim pun tersipu. Ia tak bermaksud mengamati mereka tadi. Ia pun menghampiri mereka untuk meminta maaf, dan barangkali sedikit berbincang. Yah, begini-begini juga dia sangat sayang dengan anak-anak. Sangat sesuai dengan penampilannya yang lembut dan manis. Mata beningnya pun menyapa ramah ketika dia sudah berdiri tepat di depan si kecil.

“Maaf, aku boleh duduk bersama kalian?” tanyanya sopan.
“Ini tempat umum. Kalo mau duduk, kau duduk saja” kata si keriting sambil menurunkan karung berisi botol plastik di dekatnya. Matanya mengarah pada tas plastik transparan berisi nasi bungkus yang dibawa Aim. “Kau mau makan juga? Atau kau mau memberikan nasi itu untuk kami?”

Eh? Yang benar saja. Dia hanya bermaksud menyapa keduanya. Bukan untuk memberikan nasi bungkus ini. Uang di dompetnya hanya tinggal dua puluh ribu. Upah mengajar belum bisa dia terima dalam minggu ini. Itu artinya, uang tersebut harus cukup untuk lima hari ke depan. Tadinya dia berencana untuk makan satu kali sehari saja, dan nasi bungkus ini adalah makan pertama sekaligus terakhirnya untuk hari ini. Dan nasi ini harus dia berikan untuk kedua anak itu? Konyol. Mereka kan sudah punya makanan?

“Heeh…ditanya malah bengong…” omel si keriting. “kalau tak mau kasih ya sudah.”

Aim terkesiap sekali lagi. Mereka benar-benar tak punya sopan-santun. Atau lingkungan mereka memang mengajarkan begitu. Atau karena mereka benar-benar lapar? Sisi hatinya baru tersadar kalau keduanya hanya punya sebungkus makanan. Itupun dalam porsi kecil. Yah, tangannya pun terulur agak berat.

“Kalau kalian mau, silakan. Aku beli nasi tumis kangkung. Lauknya tempe goreng sama dadar jagung,” kata Aim sambil tesenyum seolah benar-benar rela.

Wajah si keriting cerah. Dia nyaris mengambil bungkusan itu kalau saja tangan kotor si kecil tak mencegahnya.

“Jangan, Tik. Dia mau makan nasi itu, kalau dia memang berniat memberi, pasti dia juga sudah kasih dari tadi”
“Lho, kok kamu yang ribut? Orang Mbak ini mau kasih kok!”, bantah si besar, yang mungkin saja bernama Tika, Titik, atau nama lain yang bisa dipanggil “Tik”.

Aim yang bingung  jadi merasa tak enak karena terbersit perasaan senang karena nasinya tidak jadi diambil. Yang benar saja? Dia ribut soal nasi bungkus dengan dua pemulung kecil?

“Sudahlah, aku berikan ini buat kalian kok.” ujar Aim menengahi.
“Tidak. Mbak saja yang makan”, jawab si kecil tanpa ekspresi. “Aku tahu kok rasanya lapar. Kami tak boleh mengganggu kesenanganmu yang berharap akan makan sebentar lagi.”

Aim tersentak.Seakan petir menyambar bersama kata-kata si kecil barusan. Anak kecil ini berpikir begitu dewasa, jauh dibanding postur dan usianya. Melebihi dia yang setahun yang lalu masih berstatus mahasiswi PTN ternama di Surabaya.

Dengan bersungut-sungut si keriting membuka bungkusan makanan miliknya. Dan alangkah terkejutnya Aim kala melihat itu bukan nasi, melainkan Tiwul bercampur kelapa parut. Mana mungkin tiwul sesedikit itu akan membuat keduanya kenyang? Setelah berapa lama mereka berjalan dari bak sampah satu ke bak sampah yang lain. Apalagi makanan itu miskin gizi…

Aim lalu berjalan meninggalkan keduanya tanpa pamit. Meninggalkan anak-anak yang mulai asyik dengan Tiwul yang entah masih enak atau tidak untuk dimakan. Toh keduanya sangat lahap.

Tak lama kemudian Aim kembali ke pos ronda ke tempat kedua anak perempuan dekil tadi makan. Kali ini dia membawa satu lagi tas plastik hagak besar. Siapapun akan tahu kalau di dalamnya berisi dua bungkus nasi porsi besar.

“Ini…”. Tangan Aim mengulurkan tas plastik berisi dua bungkus nasi itu, kali ini tanpa ragu. “Yang ini kalian boleh makan. Kubeli khusus untuk kalian berdua.” Senyum lebar menghiasi wajahnya yang berkeringat karena berjalan terburu-buru.

Setelah itu, Aim berpamitan pulang. Yah, dengan perasaan tenang dan ringan dia berjalan menuju kosnya. Ringan… bukan karena isi dompetnya tinggal sepuluh ribu rupiah, tapi ringan karena uang sepuluh ribu rupiah itu telah memenuhi ruang hatinya dalam bentuk yang tak ternilai dengan emas sekalipun. Yah, ini pertama kalinya ia merasa bahagia sejak ekonominya carut marut.

Sangat bahagia. Bahkan mungkin saat ini dia juga tak memikirkan bahwa uang sepuluh ribu yang “dibuangnya” telah melayang-layang ke surga, mengisi pundi-pundi amalnya…

Dari kejauhan pun terdengar seru riang si “Tik” dan si kecil “Woow, AYAM!!”

(cerpen ini bisa dibaca pula di sini)





Wanita Berduri

7 06 2009

Ini Kultum online dari salah satu temen di milis. Namanya Rahmat Hidayat Wibawanto (alias Antok). Dia komting angkatanku. dulunya emang “pencinta wanita” tapi sejak dapat pencerahan dia tetep aja jadi pencinta wanita. Tapi mencintainya dengan cara yang lebih mulia. Yah… dan tak lama setelah itu pun Antok hari-hari Antok makin cerah dengan kehadiran bidadari cantiknya… (BarakaLLAHUmma…Antok dan dek Diyah. Doakan aku nyusul yah! Hehehe)

*****

Wanita, jadilah Engkau bunga mawar di tepi jurang

mawar berduri

mawar berduri

Wanita, … Jadilah Engkau Seperti Bunga Mawar Di Tepi Jurang …
Seorang wanita sempurna seperti setangkai mawar berduri. Dan
kesempurnaan mawar adalah pada durinya. Semua kisah, puisi,syair dari
klasik hingga postmodern memberi tajuk `mawar berduri’ untuk gambaran
kesempurnann bunga. Namun terkadang orang menganggap duri pada mawar
mengganggu, merusak bahkan menghalangi keindahan kelopak mawar.
Padahal justru dengan duri itulah setangkai mawar menjadi sempurna,
terjaga, terlindungi, tak dipetik sembarang orang.

Mawar adalah wanita, sedangkan duri pada mawar adalah aturan yang
melekat dari Allah bagi seorang wanita. Banyak orang mengatakan aturan
yang Allah buat untuk wanita, mengekang, sulit jodoh hingga sulit
mendapatkan pekerjaan. Padahal seperti duri pada mawar, justru aturan
itu yang melindungi, menjaga dan membuat seorang wanita mulia. Seperti
duri yang jadi penyempurna mawar. Maka aturan Allah yang menjadi
penyempurna wanita. Dan jika mawar berduri adalah mawar yang sempurna,
pastinya wanita dengan aturan yang melekat dari Tuhannya pula wanita
yang sempurna.

Seorang wanita sempurna seperti mawar di tepi jurang. Bukan mawar di
tengah taman. Jika mawar ada di tengah taman cenderung semua tangan
bisa memetiknya, dari orang biasa hingga orang `kurang ajar’ yang
nekat memetik walaupun ada tulisan “Dilarang memetik bunga”. Walau ada
larangannya orang tetap berani memetik, toh di bawah tulisan larangan
itu hanya tertulis ancaman “denda sekian puluh ribu atau kurungan
sekian bulan”. Tapi jika ada di tepi jurang tentu tak semua tangan
berani menyentuhnya.

Maka wanita, tumbuhlah di tepi jurang. Hingga tak sembarang tangan
lelaki bisa menyentuhmu. Hingga jika pun suatu saat ada seorang lelaki
memetikmu, pastilah lelaki yang paling berani berkorban untukmu. Bukan
sembarang tangan, bukan sembarang orang, bukan sembarang lelaki.
Karena wanita bukanlah barang murah yang boleh disentuh seenaknya.
Bukan barang hiasan yang bisa dipetik dengan ancaman kecil.





Sayap-Sayap Doa

6 06 2009
Sayap-Sayap Doa

Sayap-Sayap Doa

Ya RABBI…

Tlah kucoba tipu diriku

Tapi tak bisa

Tetaplah bayangnya berkelebat

Saat sosok lain menghampiriku

Tlah kucoba logiskan pikiranku

Bahwa dia tak sempurna

Tapi mengapa hati tetap berharap?

Berharap bisa bersamanya dalam naung cintaMU

Mengapa kali ini begini?

Mengapa rasa ini tak seperti yang terdahulu?

Ya TUHANku…

Terbangkanlah rasa ini meninggi

Bersama sayap lantun doaku padaMU

Bersama sujud pasrahku padaMU

Menuju muara kasihMU

Ya ALLAH…

Izinkan aku mencintaiMU

Hingga kucinta segala sesuatu hanya karenaMU





PARASIT – Ketika Anak Sekolah Ngatain Pacarnya…

30 05 2009

Ini nih…

Lagu ini syairnya lucu banget… Childish tapi oke juga coz ngegabungin pengetahuan alam dan lagu cinta. Pokoe lucu deh… Seneng banget. Puas banget ngata-ngatain kayak gini…

hihihihi…

PARASIT

by: Gita Gutawa

Petir membangunkanku

Dari mimpi burukku

Selama ini ku hanya terperangkap

Dalam medan magnetmu

Baru kusadari Baca entri selengkapnya »





Cintakah Aku Padamu?

2 03 2009

Apa aku layak
meneriakkan pembelaan untukmu

Sedangkan kini
nestapamu di benakku
tlah bertukar dengan rancangan indah masa depanku
Misi pengumpulan dana sosial
berganti dengan penggemukan saku kemejaku
Rintihan doa untukmu
berubah menjadi lagu cinta untuk keluarga dan kekasihku

Apa aku pantas
mengaku mencintaimu

Padahal tempatmu di hatiku
Terkikis perlahan menghilang
Seiring terhapusnya wajahmu
dari sorot kamera pencari berita

Saudaraku,
Cintakah aku padamu?





Bidadari di Ujung Cinta

23 02 2009

Kak,hari ini aku pulang
Hatiku rindu tak terperi
Makanya aku pulang

Kak,aku sudah di rumah
Senyum hangat ibu bapakku menyambutku
Yah,kakak..Kaupun pasti kan tersenyum sambut aku Baca entri selengkapnya »





Setulus Cinta, Semurni Kasih Sayang

2 01 2009

Based on True Story..
Ini dapet dari milis gravitasi yang diposting ma temenku, buaYA’ Asurandi.
Mengharukan banget…

———————————————————————–

Dilihat dari usianya, beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno berumur 58 tahun. Kesehariannya diisi dengan merawat isterinya yang sakit, isterinya juga sudah tidak muda lagi. Pasangan tersebut menikah 32 tahun yang lalu. Mereka dikaruniai 4 orang anak. Disinilah awal cobaan menerpa, setelah isterinya melahirkan anak ke-empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan, itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke-tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, Baca entri selengkapnya »





Lebih dari Edensor Manapun

2 01 2009
Palestina

Palestina

Ya ALLAH…
Begitu lemah dan pengecutnya diriku
Begitu latah dengan urusan sendiri
Amat takut untuk sedikit “membangkang”
Airmatapun pastilah percuma
Karena takkan mengubah apa-apa

Jika di benakku hanya terbayang indah Edensor
Di lelehan pelupuk mata mereka
KAU lukiskan panorama yang jauh lebih indah
Jika ku hanya mampu mencium harum mawar
Hanya wangi Taman Aden-lah yang KAU tiupkan di sekitar mereka

Ya RABBI…
Berikan tempat yang amat indah di sisimu
Tempat yang jauh lebih indah dari Edensor manapun di bumi ini
Untuk mereka, dan yang berjuang bersama mereka

Desa Edensor

Desa Edensor





Love Letter for Dearest

30 12 2008

Surat ini aku kirim ke milis gravitasi. Aku tujukan ke Dearest, panggilan untuk temenku yang lagi kasmaran. Hehehe…

———————————————————————————————

Love Letter for Dearest

Love Letter for Dearest

Love Letter for Dearest

Aku kangen kamu. Puluhan jam kita gak ketemu. Asline pengen makan bareng kamu lagi di kantin sambil ngomongin dia, “Sang pemompa semangatmu”. Pesen Batagor atau bakso. Hehehe… dan kamu pasti hapal kalau aku bakal ngoceh karena itu makanan terlarang buatmu. Ups…es tehnya dua gelas (kalo ni yang hapal sapa yah?). Hehee…

Bagaimana kabar kamu sama dia? Semoga masih sesuai dengan janjimu dulu. Semoga yang kali ini benar-benar serius. Aku percaya kamu. Aku harap kamu bisa benar-benar lebih baik daripada orang yang selalu kau olok-olok itu. Semoga kali ini bukan goresan sesaat…

Hati kan cuma satu, masa dipake rame-rame?
{dulu aku pernah berkata begini pada buaYA‘, lalu dia jawab “tapi cukup kok kalo cuma dipake empat orang”. Hihiihi…}

Kau mungkin tak sabar ingin memberikan kepastian padanya. Tapi aku yakin kau dapat memutuskan cara terbaik untuk persoalan ini. Aku yakin kau akan bisa menjelaskan dengan baik padanya. Bukankah kau masih memegang komitmenmu pada diri sendiri? juga komitmenmu padaNYA?

Aku memang tak lagi istimewa di hati kamu (emang pernah jadi istimewa? Hehehe..). Tapi aku selalu berdoa supaya perjalanan kita ke PTC dulu bukan perjalanan maen-maen…Semoga air mata yang tertumpah disana benar-benar penuh berkah…

Percayalah, sobat…
Kalau kau menjaga jarak dari dia karena cintamu pada SANG PENCIPTA, insyaALLAH dia akan mengerti. Kalaupun bila suatu ketika dia akan menjauh darimu karena itu, berarti dia memang bukan untuk kamu. Dan kau akan diberi yang lebih baik…

Yang terpenting sekarang adalah bagaimana mengkader diri kita sendiri biar lebih keren. Bagaimana agar menjadi pemimpin yang baik? Bagaimana menjadi suami dan ayah yang baik?
Salah satunya adalah dengan melatih ketegasan dan disiplin.
Mari kita belajar memenuhi janji pada diri sendiri.
Mari kita wujudkan cita-cita kita.
Mari kita atur waktu kita agar menjadi insan yang berarti dan memberi
bobot kebaikan pada bumi.
Mari kita siapkan diri menghadapi kehidupan, baik sisi manis ataupun sisi pahitnya.

Sobat, Aku juga masih belajar. Aku juga manusia yang bisa salah. Jadi jangan segan-segan mengingatkanku kalau aku melenceng. (n_n). Semoga aku gak cuma “ngomong thok”. Ayo, kita kerenkan diri bersama-sama!!

Okeh. Salam senyumku buat dia yah? (n_n)”

———————————————————————————————-





PERTANYAAN SEORANG SUAMI

27 10 2008
pertanyaan seorang suami

pertanyaan seorang suami

Anda adalah seorang ustadz muda di sebuah desa yang damai. Dengan
penghasilan yang anda dapatkan dari menulis, hidup anda berkecukupan,
walau tak bisa dibilang kaya raya. Tapi anda sangat bahagia apalagi
dikaruniai seorang istri berjilbab, cerdas, kasih sayang, dan peduli
sesama. Saat ini istri Anda sedang mengandung untuk kedua kalinya setelah
empat tahun silam melahirkan seorang bayi laki-laki sehat dan tampan yang
kini mulai menampakkan kecerdasannya dalam menghafal Al-Quran. Anda sangat
bersyukur kepada ALLAH atas karunia yang begitu berharga ini.

Anda tinggal di sebuah rumah sederhana berhadapan dengan pertokoan yang
cukup ramai di seberang jalan. Pertokoan mulai tutup di sore hari dan pada
saat itulah Baca entri selengkapnya »





KIDUNG BUMI – (by:Fully feat Vagabond)

17 07 2008

Dulu dapet lagu ini dari temenku, Hasan, pas cari OST-nya film Ayat-Ayat Cinta (AAC). Ternyata di luar dugaan, ini bukan salah satu OST-nya. Tapi baik Hasan maupun aku gak nyesel kok udah dapet lagu ini. Habisnya lagu ini maknanya dalem banget.
Dulu waktu aku dalam masa-masa bimbang dalam memutuskan pilihan yang besar dalam hidupku, lagu ini mengiringiku.
Dan sekarang juga. Saat aku gak tahu lagi apa yang harus kulakukan, saat aku harus berjuang keras melawan rasa sakit di hatiku, dan saat aku harus menahan tetes air mata yang selalu hampir tumpah.
Semesta selalu bertasbih.
Kita adalah bagian dari semesta.
Maka kita pun harus bertasbih.
Ya ALLAH, izinkan aku mencintaiMU…

Yang kelabu hening telaga biru
Berubah menjadi ungu senja
Tak terkikis batu hitam kelam
Di atas tegak tebing yang bersahaja
Baca entri selengkapnya »





Kata Cinta

14 07 2008

Kata-kata cinta ini bukan berasal dari tokoh-tokoh ternama. Tapi aku yakin dan selalu berdo’a mereka akan jadi orang-orang ternama, calon orang-orang besar. Amiiin… Ini nasehat dari sahabat-sahabatku. Terlepas mereka ngutil ni dari mana atau mereka buat sendiri, tapi yang jelas aku dengar kata-kata ini pertama kali keluar dari mulut mereka. Hee…(n_n) Baca entri selengkapnya »





Dia Mencintamu

13 07 2008

Mawar merah-Mawar putih

Mawar merah-Mawar putih

Kau begitu jujur

Begitu lugas  memaknainya Baca entri selengkapnya »





Take Off

10 07 2008

Ibu tercinta, maaf…

Bukan ku tak mau dibelai kasihmu

Namun ku harus pergi tunaikan janji

Bapak terkasih, maaf…

Bukan ku tak mau digandeng kuatnya tanganmu

Tapi ku harus belajar berjalan dan berlari sendiri

Mas-mas tersayang, maaf…

Bukannya tak sudi ku bermanja lagi

Tapi percayalah

Aku tak hanya bisa menangis

bila ada anak-anak nakal usil padaku

Kan kuhadapi mereka dengan gagah

Eh, Adik

Ayo! Mana taringmu?

Jangan panggil aku Mbak

Kalau kau tak bisa jadi yang terbaik

Kau juga…

Yakinkah kau mampu terima tantanganku ?





My First Flower

4 07 2008
My first Flower 1

My first Flower 1

Ceritanya nih waktu temenku mau pulang ke rumahnya. Rencana mau naik kereta bisnis. Tapi kehabisan tiket sampai 5 hari ke depannya dan terpaksa naik kereta ekonomi. Kacian bangeeeet… Nah, pas pulang dari beli tiket, di jalan ada tukang kembang. Sekalian lewat, dibeli deh 2 tangkai mawar buat aku. (Hahaha… Baca entri selengkapnya »





Arti Mawar Merah Versiku

30 06 2008

mawar merah

Warna merah itu identik dengan perjuangan, semangat dan heroisme. Tapi untuk bunga mawar kok dilambangkan sebagai pernyataan cinta yah? Baca entri selengkapnya »





Untuk Wanita…

30 06 2008

blue rose, seet memoriPuisi ini pernah aku baca di bukunya Salim A. Fillah- “Agar Bidadari Cemburu Padamu”. Tapi pak Salim sendiri juga lupa siapa yang nulis puisi ini. Hehehe… Sapapun yang nulis, aku doakan beliau selalu dalam kebaikan. Begitu pula untuk Pak Salim dan semua yang telah membaca puisi ini. Heee…(n_n).

Bukan dari tulang ubun dia dicipta,

Karena berbahaya membiarkannya dalam sanjung puja.

Bukan pula dari tulang kaki, Baca entri selengkapnya »





Kopi Spesial…buat yang gak suka kopi

27 06 2008

Hari Jumat (minggu lalu), temenku mau ujian Fismat (Fisika Matematika). Tapi beberapa saat menjelang ujian dia malah ngantuk dan memaksa dirinya untuk bilang “iya” atas tawaran ngopi dariku. Heeeeh??? Terang ajah aku kaget. Orang dia tuh anti banget sama kopi biar ngantuk sekalipun. Walaupun dengan ja-im akhirnya dia Baca entri selengkapnya »