Surat ini aku kirim ke milis gravitasi. Aku tujukan ke Dearest, panggilan untuk temenku yang lagi kasmaran. Hehehe…
———————————————————————————————

Love Letter for Dearest
Love Letter for Dearest
Aku kangen kamu. Puluhan jam kita gak ketemu. Asline pengen makan bareng kamu lagi di kantin sambil ngomongin dia, “Sang pemompa semangatmu”. Pesen Batagor atau bakso. Hehehe… dan kamu pasti hapal kalau aku bakal ngoceh karena itu makanan terlarang buatmu. Ups…es tehnya dua gelas (kalo ni yang hapal sapa yah?). Hehee…
Bagaimana kabar kamu sama dia? Semoga masih sesuai dengan janjimu dulu. Semoga yang kali ini benar-benar serius. Aku percaya kamu. Aku harap kamu bisa benar-benar lebih baik daripada orang yang selalu kau olok-olok itu. Semoga kali ini bukan goresan sesaat…
Hati kan cuma satu, masa dipake rame-rame?
{dulu aku pernah berkata begini pada buaYA‘, lalu dia jawab “tapi cukup kok kalo cuma dipake empat orang”. Hihiihi…}
Kau mungkin tak sabar ingin memberikan kepastian padanya. Tapi aku yakin kau dapat memutuskan cara terbaik untuk persoalan ini. Aku yakin kau akan bisa menjelaskan dengan baik padanya. Bukankah kau masih memegang komitmenmu pada diri sendiri? juga komitmenmu padaNYA?
Aku memang tak lagi istimewa di hati kamu (emang pernah jadi istimewa? Hehehe..). Tapi aku selalu berdoa supaya perjalanan kita ke PTC dulu bukan perjalanan maen-maen…Semoga air mata yang tertumpah disana benar-benar penuh berkah…
Percayalah, sobat…
Kalau kau menjaga jarak dari dia karena cintamu pada SANG PENCIPTA, insyaALLAH dia akan mengerti. Kalaupun bila suatu ketika dia akan menjauh darimu karena itu, berarti dia memang bukan untuk kamu. Dan kau akan diberi yang lebih baik…
Yang terpenting sekarang adalah bagaimana mengkader diri kita sendiri biar lebih keren. Bagaimana agar menjadi pemimpin yang baik? Bagaimana menjadi suami dan ayah yang baik?
Salah satunya adalah dengan melatih ketegasan dan disiplin.
Mari kita belajar memenuhi janji pada diri sendiri.
Mari kita wujudkan cita-cita kita.
Mari kita atur waktu kita agar menjadi insan yang berarti dan memberi
bobot kebaikan pada bumi.
Mari kita siapkan diri menghadapi kehidupan, baik sisi manis ataupun sisi pahitnya.
Sobat, Aku juga masih belajar. Aku juga manusia yang bisa salah. Jadi jangan segan-segan mengingatkanku kalau aku melenceng. (n_n). Semoga aku gak cuma “ngomong thok”. Ayo, kita kerenkan diri bersama-sama!!
Okeh. Salam senyumku buat dia yah? (n_n)”
———————————————————————————————-
Komentar Terakhir