- Al-Qur’an
“Begitu indah
Sangat indah
Hingga bukan hanya telingaku
Namun hatiku juga mendengarnya ….
Puisi di atas tercipta setelah aku mendengar bacaan Al-Qur’an seseorang saat beliau menjadi imam shalat maghrib di mushalla.
(Awalnya aku tidak tahu orangnya karena kami terpisah hijab.
Tapi ALLAH menghendaki aku tahu siapa beliau sekalipun aku tidak mencari tahu identitasnya.)
Bacaannya terdengar sangat berbeda dari bacaan-bacaan indah yang pernah didengar telingaku.
Terasa tak ada kesombongan hati yang menyertai.
Mungkin ini hanya perasaanku pada saat itu saja.
Entah benar- entah salah, hanya ALLAH yang tahu.
Tapi aku benar-benar berterimakasih,
karena lewat beliau ALLAH telah mengingatkan satu hal padaku tentang kata-kata nasihat dari seorang teman,
“Suara yang bagus, tapi alangkah bagusnya bila tidak digunakan untuk menyanyi, melainkan untuk membaca Al-Qur’an”
(Muhammad Ali Safaat (almarhum), kurang lebih seperti inilah nasihat beliau…)
…Wajah bagai tertampar
Mata seketika memanas
Saat hati begitu saja teremas
Wahai hamba -hamba ALLAH,
yang telah membaca Al-Qur’an dengan kerendahan hati
Semoga dibuatkan untukmu
Tempat tinggal yang indah di surga”
(Untuk beliau yang mensihatiku dan saudara/i-ku
yang membaca Al-Qur’an karena ALLAH)

Subhanalloh, Alloh menurunkan Alquran Lewat nabi kita Muhammad SAW.. karena keindahan kata2 yang terkandung di dalamnya dan banyak mengandung arti yang menurut ku tiada tandingan nya…
Terima kasih mba… begitu indah puisi di atas..
salam kenal
Salam kenal juga Mbak…
assalamu’alaikum wr.wb.
dek…
aku jd ingat satu pesan dari almarhum
dia bilang:
yun, baca buku itu haruslah di ulang-ulang, sama halnya qita baca alqur’an, akan selalu di ulang-ulang karena al qur’an itu indah…
intan aku jadi….