Puisi ini pernah aku baca di bukunya Salim A. Fillah- “Agar Bidadari Cemburu Padamu”. Tapi pak Salim sendiri juga lupa siapa yang nulis puisi ini. Hehehe… Sapapun yang nulis, aku doakan beliau selalu dalam kebaikan. Begitu pula untuk Pak Salim dan semua yang telah membaca puisi ini. Heee…(n_n).
Bukan dari tulang ubun dia dicipta,
Karena berbahaya membiarkannya dalam sanjung puja.
Bukan pula dari tulang kaki,
Karena nista membiarkannya terinjak diperbudak.
Tapi dari rusuk kiri,
Dekat ke tangan untuk dilindungi,
Dekat ke hati untuk dicintai.
TAN KEMBANG MAWAR BIRUMU BAGUS…
JUGA PUISINYA……
tan aku ambil mawar birumu ya….
hehehehe