Dodol Rasa Sayang

11 06 2009

Hehehe…

Singkong.

Makanan favorit sekaligus bersejarah buatku. Tapi kali ini yang dibahas tape singkong.  Ngapain dibahas? Yah, karena hari ini ada temen dari Bali yang nanyain resep suwar-suwir, makanan khas Jember. Namanya dek Eka (aku kenal dia waktu join Asian Science Camp di Bali), anaknya manis banget…. duh, jadi kangen.

Ceritanya begini, di rumahnya banyak sisa tape singkong yang terbuang karena udah terlalu lama. Dia kasihan sama Ibunya, jadi pengen manfaatin gitu kalo ada sisa tape lagi. Makanya dia tanyain resep suwar suwir ke aku. Dia cari Baca entri selengkapnya »





Bukan Cuma Ayam

8 06 2009

“…Lauknya tempe sama dadar jagung aja deh, Buk!” ucap Aim sambil memandangi ayam goreng keriting kesukaannya.

Yah, terpaksa! Sudah sejak sebulan lalu dia mulai berhemat. Uangnya mulai menipis karena ia tak kunjung mendapatkan pekerjaan yang mapan. Selama ini, tuntutan hidup sehari-hari dia penuhi dengan kerja sambilan sebagai guru les privat di dekat tempat kosnya. Maklumlah, kendaraannya cuma sepeda kayuh tua yang dia beli dari pasar barang bekas. Jadi tak bisa jauh-jauh.

Ia berjalan menunduk sepanjang pulang dari warung nasi langganannya. Entah apa yang berkecamuk di benaknya. Bahkan jika kau tanya pun dia takkan benar-benar tahu apa yang dia pikirkan saat ini. Terlalu ribet. Dia lelah…

Hidup kian sulit baginya. Masa depan seolah tak jelas. Ingin rasanya dia berlari pulang ke rumah, tapi apa yang akan dia bawa pulang? Apakah rasa malu karena seorang sarjana ekonomi yang di elu-elukan di desanya pulang tanpa hasil? Aaahhh…entahlah….Kalau saja ekonomi keluarganya masih bagus, dia pasti akan melanjutkan kuliah s2 seperti yang dia inginkan selama ini. Kenapa juga usaha tembakau yang ditekuni ayahnya selama ini tiba-tiba bangkrut. Seluruh kebutuhan di rumah sekarang ini ditanggung oleh toko kelontong kecil milik kakak perempuan semata wayangnya.

Lamunannya terhenti oleh dua anak perempuan yang sedang mengorek-orek bak sampah di depan Baca entri selengkapnya »





Wanita Berduri

7 06 2009

Ini Kultum online dari salah satu temen di milis. Namanya Rahmat Hidayat Wibawanto (alias Antok). Dia komting angkatanku. dulunya emang “pencinta wanita” tapi sejak dapat pencerahan dia tetep aja jadi pencinta wanita. Tapi mencintainya dengan cara yang lebih mulia. Yah… dan tak lama setelah itu pun Antok hari-hari Antok makin cerah dengan kehadiran bidadari cantiknya… (BarakaLLAHUmma…Antok dan dek Diyah. Doakan aku nyusul yah! Hehehe)

*****

Wanita, jadilah Engkau bunga mawar di tepi jurang

mawar berduri

mawar berduri

Wanita, … Jadilah Engkau Seperti Bunga Mawar Di Tepi Jurang …
Seorang wanita sempurna seperti setangkai mawar berduri. Dan
kesempurnaan mawar adalah pada durinya. Semua kisah, puisi,syair dari
klasik hingga postmodern memberi tajuk `mawar berduri’ untuk gambaran
kesempurnann bunga. Namun terkadang orang menganggap duri pada mawar
mengganggu, merusak bahkan menghalangi keindahan kelopak mawar.
Padahal justru dengan duri itulah setangkai mawar menjadi sempurna,
terjaga, terlindungi, tak dipetik sembarang orang.

Mawar adalah wanita, sedangkan duri pada mawar adalah aturan yang
melekat dari Allah bagi seorang wanita. Banyak orang mengatakan aturan
yang Allah buat untuk wanita, mengekang, sulit jodoh hingga sulit
mendapatkan pekerjaan. Padahal seperti duri pada mawar, justru aturan
itu yang melindungi, menjaga dan membuat seorang wanita mulia. Seperti
duri yang jadi penyempurna mawar. Maka aturan Allah yang menjadi
penyempurna wanita. Dan jika mawar berduri adalah mawar yang sempurna,
pastinya wanita dengan aturan yang melekat dari Tuhannya pula wanita
yang sempurna.

Seorang wanita sempurna seperti mawar di tepi jurang. Bukan mawar di
tengah taman. Jika mawar ada di tengah taman cenderung semua tangan
bisa memetiknya, dari orang biasa hingga orang `kurang ajar’ yang
nekat memetik walaupun ada tulisan “Dilarang memetik bunga”. Walau ada
larangannya orang tetap berani memetik, toh di bawah tulisan larangan
itu hanya tertulis ancaman “denda sekian puluh ribu atau kurungan
sekian bulan”. Tapi jika ada di tepi jurang tentu tak semua tangan
berani menyentuhnya.

Maka wanita, tumbuhlah di tepi jurang. Hingga tak sembarang tangan
lelaki bisa menyentuhmu. Hingga jika pun suatu saat ada seorang lelaki
memetikmu, pastilah lelaki yang paling berani berkorban untukmu. Bukan
sembarang tangan, bukan sembarang orang, bukan sembarang lelaki.
Karena wanita bukanlah barang murah yang boleh disentuh seenaknya.
Bukan barang hiasan yang bisa dipetik dengan ancaman kecil.





Sayap-Sayap Doa

6 06 2009
Sayap-Sayap Doa

Sayap-Sayap Doa

Ya RABBI…

Tlah kucoba tipu diriku

Tapi tak bisa

Tetaplah bayangnya berkelebat

Saat sosok lain menghampiriku

Tlah kucoba logiskan pikiranku

Bahwa dia tak sempurna

Tapi mengapa hati tetap berharap?

Berharap bisa bersamanya dalam naung cintaMU

Mengapa kali ini begini?

Mengapa rasa ini tak seperti yang terdahulu?

Ya TUHANku…

Terbangkanlah rasa ini meninggi

Bersama sayap lantun doaku padaMU

Bersama sujud pasrahku padaMU

Menuju muara kasihMU

Ya ALLAH…

Izinkan aku mencintaiMU

Hingga kucinta segala sesuatu hanya karenaMU